Monday, November 10, 2014

Waroeng Super Sambal (SS)

Tempat makan ini sebenarnya sudah sangat dikenal orang, dikarenakan harganya yg murah dan sambalnya yang “menendang” banyak diincar oleh orang yang menyenangi makanan pedas, tidak terkecuali saya yang juga sangat penasaran akan rasa dan harga yang banyak dibicarakan orang-orang.

Pada tanggal 2 November 2014 (hari Minggu), saya dan pasangan mencoba untuk pertama kalinya makan di sana, dikarenakan lokasi yang tidak jauh dari tempat tinggal saya, kami sudah sampai di SS sekitar jam 11.30. Memang sudah tujuan saya untuk makan siang di tempat tersebut, sehingga kami sudah bertekad tidak mau sampai sana jam 12, yang dimana pada saat itu adalah waktunya makan siang yang dimana bersamaan dengan bubarnya beberapa acara kebaktian di Gereja sekitar.  Waroeng SS yang berlokasi di Tanjung Duren ini dari sejak buka Jam 11 siang sampai malam tidak pernah mengenal kata sepi, selalu ramai.

Ketika kami sampai jam 11.30 di SS, tempat sudah ramai, hanya tersisa 2 meja yang kosong, kami-pun bergegas masuk. Kami agak terkejut dengan menu yang diberikan kepada kami. Harga yang tertera sangat terjangkau, untuk makanannya tetapi kalau untuk minuman masih agak lumayan sih, ngga murah-murah banget.




Akhirnya kami sepakat untuk pertama kali menypba, kami akan pesan menu standar: 2 ayam goreng, 2 nasi, 3 sambal (sambal belut goring, sambal brambang tomat, dan sambal mangga muda), 1 jamur goreng, 2 es teh tawar dan 1 es jeruk.
Untuk yang kelaperan banget, sebaiknya diisi dulu dikit deh perutnya sama makanan apa aja yang ada di rumah, karena pesanan kami tiba sekitar 30menit kemudian ;(



Wuih sambalnya muantap abis deh, kami sangat suka sama sambal brambang tomatnya, pedasnya sangat menggugah selera dengan ditemani sambal mangga muda-nya yang asem tapi segar dan enak dimulut. Untuk kesemua makanan yang kami pesan tersebut, uang yang kami bayarkan hanya Rp 60.000
Hati senang… perut-pun senang ^_^


Minggu depan-nya kami-pun ingin kembali makan di SS, dan kali ini pilihan kami tertuju pada 2 porsi lele, 3 nasi putih, sambal brambang tomat, sambal Lombok ijo, tumis jamur, 3 es teh tawar.


Kami sangat kaget ketika melihat menu tersebut disuguhkan kepada kami, 1 porsi ikan lele isinya 2 ikan lele, memang sih kecil-kecil, akan tetapi ketika kamu melihat harganya yang dimana 1 porsi ikan lele isi 2 hanya Rp 7.500,- itu sih WOW banget loh, murah habiz.
Untuk kesemua menu tersebut kami hanya membayar Rp 47.500,-

**Eh iya harga di menu belum include pajak ya


Pembuatan paspor di Jakarta Barat

Beberapa waktu lalu saya dan kakak ingin memperpanjang paspor kami yang sudah mau overdue pada bulan November nanti. Kami sepakat untuk memperpanjang sendiri tanpa memakai calo, yang dimana kalau memakai calo bisa menghabiskan 2x biaya jika memperpanjang sendiri.

Kami menetapkan pilihan pada tanggal 24 Sept 2014 untuk pengurusan perpanjangan paspor kami. Karena kami akan mengurus sendiri, maka kami usahakan untuk datang kesana pada pagi hari.

Sekitar jam 6 pagi, kami sudah tiba di Kantor Imigirasi Jakarta Barat yang berlokasi di Kota Tua. pada saat kami tiba disana, kami sudah mendapatkan nomor antrian 12 dan 13. Waktu yang sangat lama untuk menunggu, untung bawa power bank, alhasil dengerin radio sambil maen games.

Akhirnya pada jam 7.30 kantor imigrasi dibuka, petugas akan memanggil nomor antrian untuk segera masuk kedalam kantor untuk mengambil nomor formulir (ini beda lagi loh). Tujuan antrian kali ini adalah untuk diperiksa kelengkapan berkas dan dokumen yang diminta.

Pada jam 7.40 kami akhirnya mendapatkan nomor formulir 12 dan 14. Kami disuruh mengisi formulir tersebut dengan pena warna hitam, dan kemudian kami harus menunggu kembali :(

Akhirnyaaaaaa phiuhhh pada jam 9.40 saya akhirnya masuk kedalam ruangan interview, pada ruangan tersebut semua formulir kembali diperiksa oleh petugas, kemudian akan diinterview oleh mereka (seperti tujuannya apa mau bikin paspor dsb), dan tidak lupa sekalian foto untuk buku paspor yang baru.
kali ini saya tidak ditanya ingin diperpanjang paspornya memakai e-paspor atau tidak, akan tetapi langsung dibikin yang 48 halaman biasa, kalau kakak saya ditanya ;( tetapi tidak apa-apa sih, sebab e-pasport belum berlaku kesemua negara, jadi males juga bikinnya karena lebih mahal

Pada jam 10.20 saya diharuskan membayar biaya perpanjangan paspor tersebut yang dimana Rp 300.000 untuk paspor, 15rb utk administrasi buku, dan 5rb utk administrasi biaya pembayaran, karena bayarnya di mesin automatic, kaya mesin setor tunai gitu.

Oh iya ketika selesai interview dsb, mereka akan memberikan 2 lembar bukti untuk pengambilan paspor (biasanya 3hari kerja), dan ketika selesai membayar biaya paspor akan diberikan 2 lembar bukti telah bayar. Semua bukti tersebut harus dibawa ketika pengambilan paspor.
kalau ingin mengambil buku paspor yang lama, maka diharuskan mengisi lembar pernyataan pengambilan paspor, lembar pernyataan tersebut ada di tempat fotocopy yg ada di lingkungan imigrasi (1x fotocopy=Rp 500)

untuk amannya, kami mengambil paspor tersebut lewat dari tanggal yang ditentukan, supaya ngga bolak-balik aja, dan bener kan ketika kami mengambil paspor kami tanggal 1 Oktober ada beberapa orang yg kecewa karena paspornya belum jadi, padahal tertulis kalau tanggal tersebut sudha bisa diambil.

Ketika kami ingin mengambil paspor kami, kami dikenakan sumbangan PMI Rp5.000/org, ngga apa-apalah namanya kan sumbangan ya ^_^